“Langkah Setan Menelanjangi Wanita” by IslamDiaries

Jilbab Keresek

 

Jilbab berdua belakang

 

“Langkah Setan Menelanjangi Wanita”

1. Bismillah. Assalamu’alaikum. Setan dalam menggoda manusia memiliki berbagai macam strategi,

2. Dan yang sering dipakai adalah dengan memanfaatkan hawa nafsu, yang memang memiliki kecenderungan mengajak kepada keburukan (ammaratun bis-su’).

3. Setan tahu persis kecenderungan nafsu kita, dia terus berusaha agar manusia keluar dari garis yang telah ditentukan Allah,

4. Termasuk melepaskan hijab atau pekaian muslimah.

5. . Menghilangkan Definisi Hijab. Dalam tahap ini setan membisikkan kepada para wanita,

6. Bahwa pakaian apapun termasuk hijab (penutup) itu tidak ada kaitannya dengan agama, hanya sekedar pakaian, budaya atau mode bagi wanita.

7. Jadi menurutnya tidak ada pakaian syar’i, pakaian ya pakaian, apapun bentuk dan namanya.

8. Sehingga akibatnya, ketika zaman telah berubah, atau kebudayaan manusia manusia telah berganti, maka tidak ada masalah pakaian ikut ganti.

9. Berbeda halnya jika seseorang wanita berkeyakinan, bahwa hijab adalah pakaian syar’I (identitas keislaman), dan memakainya adalah ibadah

10. Biarpun hidup kapan saja dan di mana saja, maka hijab syar’I tetap dipertahankan.

11. Nah.. Apabila seorang wanita masih bertahan dengan prinsip hijabnya, maka setan berdalih dengan strategi yang lebih halus. Caranya?

12. Pertama, Membuka Bagian Tangan Telapak tangan mungkin sudah terbiasa terbuka, maka setan membisikkan kepada para wanita

13. Agar ada sedikit peningkatan model yakni membuka bagian hasta (siku hingga telapak tangan).

14. “Ah tidak apa-apa, kan masih pakai jilbab dan pakai baju yang panjang?” Begitu biskan setan.

15. Dan benar sang wanita akhirnya memakai pakaian model baru yang menampakkan tangannya, dan ternyata lelaki yg melihat juga biasa saja.

16. Maka setan berbisik, “Tuh tidak apa-apa kan?”

17. Kedua, Membuka Leher dan Dada. Setelah berhasil menampakkan tangan menjadi kebiasaan, maka datang setan utk bisikkan hal baru lagi.

18. “Kini buka tangan sudah lumrah mbak, maka perlu ada peningkatan model pakaian yang lebih maju lagi yakni terbuka bagian atas dada kamu.”

19. Tapi jangan sebut sebagai pakaian terbuka, hanya sedikit untuk mendapatkan hawa, agar tidak gerah.

20. Cobalah! Orang pasti tidak akan peduli, kan hanya bagian kecil saja yang terbuka.

21. Maka dipakailah model baru yang terbuka bagian leher dan dadanya dari yang model setengah lingkaran hingga model bentuk huruf “V”

22. Yang sudah tentu menjadikan lebih terlihat lagi bagian sensitif lagi dari dadanya

23. Ketiga, Berpakaian Tapi Telanjang. Setelah berhasil yang ke dua. Setan bebisik lagi,

24. “Pakaian kok hanya gitu-gitu saja, cari model atau bahan lain yang lebih bagus! Tapi apa ya?

25. Sang wanita bergumam. “Banyak model dan kain yang agak tipis, lalu bentuknya dibuat yang agak ketat biar lebih enak dipandang.”

26. Setan memberi ide baru. Maka tergodalah si wanita, di carilah model pakaian yang ketat dan kain yang tipis bahkan transparan.

27. “Nggak apa-apa kok, kan potongan kainnya masih panjang, hanya bahan dan modelnya saja yang agak berbeda, biar nampak lebih fiminin.”

28. Begitu dia menambahkan. Walhasil, pakaian tersebut akhirnya membudaya dikalangan wanita muslimah, makin hari makin ketat dan transparan,

29. Maka jadilah mereka seperti ygan disebut oleh Nabi shallallahu ‘alalihi wasallam sebagai wanita kasiyat ‘ariyat (berpakaian tetapi telanjang)

30. Keempat, Agak di Buka Sedikit. Setelah para wanita muslimah mengenakan busana yang ketat, maka setan datang gangguin lagi.

31. Dan sebagaimana biasanya dia menawarkan ide baru yang sepertinya segar dan enak, yakni dibisiki wanita itu,

32. “Pakaian seperti ini membuat susah berjalan atau duduk, soalnya sempit, apa nggak sebaiknya di belah hingga lutut atau mendekati paha?

33. Dengan itu kamu akan lebih leluasa, lebih kelihatan lincah dan enerjik.”

34. Lalu dicobalah ide baru itu, dan memang benar dengan dibelah mulai bagian bawah hingga lutut atau mendekati paha

35. Yang ternyata membuat lebih enak dan leluasa, terutama ketika akan duduk atau naik ke jok mobil.

36. “Yah tersingkap sedikit nggak apa-apa lah, yang penting enjoy.” Katanya.

37. Inilah tahapan awal setan merusak kaum wanita, hingga tahap ini pakaian masih tetap utuh dan panjang,

38. Hanya model, corak, potongan, dan bahan saja yang dibuat berbeda dengan hijab syar’I yang sebenarnya. Bener kan?… Lanjut…

39. Setan Berhenti? Eitsss tunggu dulu… Maka kini mulailah setan pada tahapan berikutnya….

40. Pertama, Membuka Telapak Kaki dan Tumit.

41. Setan berbisik kepada para wanita, “Baju panjang benar-benar repot, kalau hanya dengan membelah sedikit bagiannya masih kurang leluasa,

42. Lebih enak kalau di potong saja hingga atas mata kaki.” Ini baru agak longgar.

43. “Oh ada yang kelupaan, kalau kamu pakai baju demikian, maka jilbab yang besar tidak cocok lagi,

44. Sekarang kamu cari jilbab yang kecil agar lebih serasi dan gaul, toh orang tetap menamakannya dengan jilbab.”

45. Maka, para wanita yang terpengaruh dengan bisikan ini buru-buru mencari model pakaian dan sepatu tinggi yang dimaksudkan.

46. Kedua, Membuka Seperempat Hingga Separuh Betis

47. Terbuka telapak kaki telah terbiasa dilakukan, dan ternyata orang-orang yang melihat juga tidak begitu peduli.

48. Maka setan kembali berbisik, “Ternyata kebanyakan manusia menyukai apa yang kamu lakukan, buktinya mereka tidak bereaksi apa-apa,

49. Kecuali hanya beberapa orang. Kalau langkah kakimu masih kurang leluasa, maka cobalah kamu cari model lain yang lebih enak,

50. Sekarang kan banyak rok setengah betis dijual ? Tidak usah terlalu mencolok, hanya terlihat kira-kira sepuluh senti saja.

51. Nanti kalau sudah terbiasa, baru kamu cari model baru yang terbuka hingga setengah betis.”

52. Benar-benar bisikan setan dan hawa nafsu telah menjadi penasihat pribadinya, sehingga apa saja yang dibisikkan setan, dia turutin.

53. Ketiga, Terbuka Seluruh Betis

54. Kini di mata si wanita, zaman benar-benar telah berubah, setan telah berhasil membalikkan pandangan jernihnya.

55. Terkadang sang wanita berpikir, apakah ini tidak menyelisihi para wanita di masa Nabi dahulu.

56. Namun, buru-buru- bisikan setan dan hawa nafsu menyahut, “Ah jelas enggak, kan sekarang zaman sudah berubah,

57. Kalau zaman dahulu para lelaki mengangkat pakaiannya setengah betis,

58. Maka wanitanya harus menyelisihi dengan menjulurkannya hingga menutup telapak kaki, tapi kini lain,

59. Sekarang banyak laki-laki yang menurunkan pakaiannya hingga bawah mata kaki,

60. Maka wanitanya harus menyelisihi mereka yaitu dengan mengangkatnya hingga setengah betis atau kalau perlu lebih ke atas lagi, “

61. Tetapi…apakah itu tidak menjadi fitnah bagi kaum laki-laki?” gumamnya.

62. “Fitnah? Ah itu kan zaman dahulu, di masa itu kaum laki-laki tidak suka kalau wanita menampakkan auratnya,

63. Sehingga wanita-wanita mereka lebih banyak di rumah dan pakaian mereka sangat tertutup.

64. Tapi sekarang sudah berbeda, kini kaum lelaki kalau melihat bagian tubuh wanita yang terbuka malah senang dan mengatakan ooh atau wow,

65. Bukankah ini berarti sudah tidak ada lagi fitnah, karena sama-sama suka?

66. Lihat saja model pakaian di sana-sini, dari yang di emperan hingga yang bermerek kenamaan,

67. Semuanya menawarkan model yang dirancang khusus untuk wanita maju di zaman ini.

68. Kalau kamu tidak mengikuti model itu akan menjadi wanita yang ketinggalan zaman.”

69. Setelah pakaian yang menampakkan betis menjadi pakaian sehari-hari dan dirasa biasa-biasa saja, maka datanglah bisikan setan yang lain.

70. “Pakaian jangan itu-itu saja, sekarang ini modelnya rok mini, dan agar serasi rambut kepala harus terbuka, sehingga benar-benar indah.”

71. Begitulah sesuatu yang sepertinya mustahil untuk dilakukan, ternyata kalau sudah dihiasi oleh setan maka segalanya menjadi serba mungkin

72. Hingga bisikan setan telah berhasil, tujuannya tercapai, “Menelanjangi kaum Wanita”.

73. Selanjutnya terserah kamu wahai wanita, kalian semua sama, telanjang di hadapan laki-laki lain, di tempat umum.

74. Aku berlepas diri kalau nanti kelak kalian sama-sama di neraka.

75. Aku hanya menunjukkan jalan, engkau sendiri yang melakukan itu semua, maka tanggung sendiri semua dosamu.” Setan tak mau ambil resiko.

76. Demikian halus, cara yang digunakan setan, sehingga manusia terjerumus dalam dosa tanpa terasa.

77. Maka hendaklah kita semua untuk berhati hati, terutama orang tua jika melihat gejala seperti ini pada anak Wanita kita.

78. Jangan biarkan berlarut-larut, karena kalau dibiarkan dan telah menjadi kebiasaan, maka sangat sulit bagi kita untuk mengatasinya.

79. Membiarkan mereka membuka aurat berarti merelakan mereka mendapat dosa dari Allah, kasihanilah mereka, selamatkan para wanita muslimah.

80. Jangan jerumuskan mereka ke dalam kebinasaan yang menyengsarakan, baik di dunia maupun di akhirat. Wallahu a’lam bish shawab

81. Sumber ide dan pokok pikiran: Kitab “At-Ta’ri Asy-Syaithan”, Adnan Ath-Thursyah, disadur bebas.

82. ((Disadur dari Buletin Dakwah An-Nur, Th IX Nu. 422/ Jum’at III Syawwal 1424 H./ 12 Desember 2003 M. Diterbitkan oleh Yayasan Al-Sofwa)

83. Semoga bermanfa’at. Selamat menjalani hari ini dengan senyum.

Assalamu’alaikum.

by IslamDiaries

One Response to “Langkah Setan Menelanjangi Wanita” by IslamDiaries

  1. zach mengatakan:

    iya, gila betul syaithan. apapun caranya, pokoknya ngejauhin umat dari sinar surga.