“Kebahagiaan” & “kehidupan lapang” By :@AchyatAhmad

 

Kebun Allah

 

Assalamualaikum Sahabat .. awali pagi ini dengan basmalah, menyebut Asma Allah, berdzikir pada-Nya

Sertakan pula dzikir itu dalam aktivitas kita sepanjang hari, sepanjang malam; selalu mengingat-Nya

Karena denga selalu mengingat Allah, maka kehidupan kita akan menjadi lapang, tenang, tentram, berkah, dan bahagia

Adapun mereka yang tidak ingat kepada Allah, kehidupan mereka akan sempit, sumpek, dan susah

Allah berfirman: “Barangsiapa yang berpaling dari peringatanku, maka baginya kehidupan yang sempit”:
Kata “peringatan-Ku” di sini bisa berarti al-Quran, peringatan Allah (dalam al-Quran & Hadis), bisa pula berarti “mengingat Allah” atau dzikir

yang jelas, kehidupan yang tak disertai dengan mengingat Allah, pasti akan menjadi sempit, tidak lapang, tidak bahagia, tidak nyaman, dst

kehidupan yang selalu disertai dengan mengingat Allah, adalah ciri2 orang beriman. Dalam keadaan apapun, mereka selalu ingat akan Allah

Ya, orang beriman akan selalu ingat Allah, dalam kondisi apapun:

Adapun orang2 yang tak beriman, akan lalai dari mengingat Allah. Akibatnya, kehidupan mereka jadi sempit

Bisa jadi mereka banyak harta, punya tahta, punya fasilitas lengkap, tapi “kehidupan” mereka sempit:

Jadi harta bukan jaminan bagi kehidupan yang lapang. Karena banyak orang berduit, tapi kehidupannya sempit:

Selanjutnya, ciri2 orang yang “kehidupannya” sempit, mereka akan gemar mencari hiburan2. Karena apa yang sudah ada tidak bikin ia nyaman

Ia pergi ke pesta, hura2 dengan teman2nya, minum2, dst, sebagai dampak dari “kehidupan” yang sempit:

Tapi ternyata, hiburan2 itu tidak malah bikin ia tenang. Ia makin gelisah; “kehidupannya” makin tersiksa, makin sempit

Mabuk2an hanya bikin bahagia sejenak. Maka ia tambah dengan narkoba, biar bisa rasakan bahagia

Tapi bagaimanapun, narkoba bukan jawaban bagi ketenangan hidup. Dalam waktu yang singkat, ia sadar lagi, lalu sumpek lagi…

maka segala apa yang dimilikinya, seluruh fasilitas dunia, tidak bisa bikin ia bahagia. akhirnya frustasi, lalu bunuh diri. Na’udzubillah…

dia pikir kematian bisa mengakhiri kesempitan hidup. padahal tidak. karena masih ada kehidupan setelah mati, lalu hidup selamanya

Kondisi seperti ini sangat berbeda dengan orang yang selalu mengingat Allah, berdizikir pada Allah, dalam setiap keadaan

orang2 yang selalu ingat Allah, kehidupannya akan selalu lapang, tidak sempit, dalam keadaan apapun; kaya, miskin, susah, senang, dst

“Orang terbaik itu, jika dikarunia nikmat bersyukur, jika diberi cobaan bersabar, jika dizalimi memaafkan”, kata Nabi. Itulah orang mukmin

Jika punya sedikit uang, ia beli makanan, dan bersyukur atas nikmat Allah. Maka, betapa bahagianya kehidupan seperti ini…

Jika ia punya banyak uang, ia beli makanan yg banyak, dan ia sedekahkan pada tetangga2nya. Betapa kebahagiaan hidupnya akan makin sempurna

Jika ia tertimpa musibah, ia sembunyikan musibah itu, agar tak bikin orang lain ikut susah. Inilah sabar yang baik, sabar tanpa keluhan

Maka mereka yang selalu ingat Allah, berbuat karena Allah, akan selalu menemukan hikmah dalam tindakannya, dan ia pun jadi bahagia

Beda dengan orang2 yang tak ingat Allah; punya mobil bagus, tak puas, karena kalah merek sama mobil tetangga:

Punya baju mahal, tapi ogah pakek, karena udah dipakek ke pesta 2 kali. Kehidupannya jadi sempit, nyesek

Punya rumah bagus, masih ngeluh, karena kalah wah sama teman atau tetangganya. “kehidupannya” makin sempit:

Maka jelaslah, materi itu bukan jaminan kebahagian. Bukan jaminan bahagia di dunia, lebih-lebih di akhirat, makin bukan jaminan

“Kebahagiaan” & “kehidupan lapang” itu ada jika kita selalu ada bersama Pemilik kehidupan dan kebahagiaan, yaitu Allah; selalu mengingat-Nya

Tapi jika suda berpaling dari-Nya, maka tak akan pernah didapati kehidupan yang lapang dan kebahagiaan:

Demikian sedikit uraian ayat “Siapa yg berpaling dari peringatan-Ku, maka baginya kehidupan yang sempit”:

Semoga status pagi ini bermanfaat, maupun bagi yang sekadar baca. Insya-Allah…
By :@AchyatAhmad

Komentar ditutup.