Kisah Suami Yang Berdoa Bertukar Peran Dengan Istri by: @Juang_Modjo

 

Mencintai MAS

 

Kisah Suami Yang Berdoa Bertukar Peran Dengan Istri .

2 hikmah; Jangan berdoa sembarangan & jangan pernah meremehkan tugas istri, apalagi working mother

Siapa yg meremehkan pekerjaan ibu rumah tangga?
Semoga tidak ada ya hehehe

Sedikit menceritakan doa seorang suami yang sembarangan meminta kepada Allah.
Alkisah, … #jangansembarangberdoa

Alkisah ada seorang suami yang bekerja full dari pagi ketemu malam, dan begitu terus rutinitasnya

Berangkat sehabis solat subuh, pulang jam 11 malam, dan begitu saja seterusnya.
Waktu bertemu istrinya jadi singkat sehingga dia mengeluh

Enak ya jadi seorang istri, dirumah saja, aku kerja dari pagi sampai malam menguras tenaga.
Aku pulang sampai rumah, istriku pasti sudah tidur nyenyak

Akhirnya, sang suami memanjatkan doa kepada Allah, “Ya Allah tukarlah fungsiku sejenak, aku ingin menjadi istri dan istriku jadi suami

Biar merasakan itu istriku bagaimana rasanya bekerja dari pagi sampai malam ya Allah.
Triiiiinkkkkk….

Dikabulkanlah doa sang suami tsb dan suatu pagi diawali mereka berubah fungsi, si suami bangun pagi dengan menjadi seorang istri #jangansembarangberdoa

Dair habis subuh ia sudah harus menyiapkan sarapan, masak air, setrika baju dan menunggu si suami (istrinya) itu berangkat kerja

Matahari sudah muncul pun, dia harus berangkat ke pasar belanja sayuran dan lauk pauk untuk makan hari itu.

Siangnya, ia harus mencuci, lanjut menjemur pakaian hasil cuciannya, lalu masak buat makan malam untuk si suami (istrinya) itu pulang

Sorenya ia angkat jemuran, beberes rumah, nyetrika hasil cuciannya yang sudah kering.
Dan begitu seterusnya.

Sang suami (istrinya) setiap pulang malam selalu dengan wajah cerah, tersenyum dan tidak ada keluhan, karena memang itu tanggung jawab menafkahi keluarga

Akhirnya sebulan berlalu, dan si istri (suaminya) ngga kuat dengan rutinitas yang baru ia jalani sebulan itu, dia memohon lagi kepada Allah.

“Ya Allah, ternyata menjadi seorang istri(ibu rumah tangga) itu sungguh berat, aku tidak sanggup lagi ya Allah, maka tukarlah kembali seperti semula”

“Allah tentu saja mengabulkannya, wahai umatKu, aku kabulkan doamu itu karena engkau ternyata sudah sadar akan beratnya tugas ibu rumah tangga”

“Trima kasih ya Allah, Engkau memang Maha Pengasih”
Tapi sebentar dulu wahai umatKu,

Ada apa Gusti Allah ?

“Engkau harus menjalani ini 9 bulan kedepan lagi, karena perbuatanmu juga engkau sekarang tengah mengandung seorang janin.”

Sekian pemirsa, maka jangan sekali-kali meremehkan tugas seorang ibu rumah tangga.
semoga alkisah itu bisa memotivasi para suami.

by: @Juang_Modjo

Komentar ditutup.