Kumpulan Cerpen by:@rindu_ade

 

Luka jiwa .....

 

Elegi cinta
“Sayang, aku minta maaf bahwa hubungan kita harus berakhir sampai disini, bukan karena aku tidak lagi punya cinta tapi waktu kita sudah habis untuk bersama, dan kini kita harus berpisah, seperti janji kita dulu, kita tidak akan menangis jika suatu hari kita harus berpisah, dan kita tidak akan saling menyakiti jika waktu kita untuk saling mencintai telah habis, dan jangan tanya alasan perpisahan ini karena aku tidak punya jawabannya… sini peluk mas, dan kita akan baik-baik saja, kita hanya butuh waktu untuk menata hati kita kembali”

Mendengar ucapan selamat tinggal .. saya baru bisa menemukan diri saya sendiri lagi, bahwa saya JAUH dari sempurna, bahwa cinta itu tidak pernah ada yang abadi… saya bisa berpikir jernih lagi bahwa saya telah membuat orang yang saya cintai berada di tempat yang sakit, bahwa saya tidak bisa memaafkan diri saya sendiri atas cinta yang tak sempurna yang telah saya berikan, bahwa saya harus berpijak dibumi tempat saya berdiri saat ini, sambil melihatnya pergi dan berlalu… bahwa ruang ini kembali hampa dan bahwa rindu ini tak akan terobati.

Hanya pada saat kita berani mengucapkan selamat tinggal.. kita bisa berpikir jernih, karena kita harus tetap berdiri tegak, DEALOVA tak akan lagi bersendandung… elegi kali ini harus berakhir, dan saya masih ditepi jalan menatap punggungmu berlalu, tanpa menoleh, MAAFkan saya yang tak sempurna…

by:@rindu_ade

 

Luka MAS

 

Tak bertepi
Rasa ini datang lagi … menusuk dalam jantung saya, merobek-robek hati saya yang belum kering dari luka, mengucurkan darah merah yang selalu saya coba untuk seka dengan sisa-sisa kekuatan yang saya miliki.

Rasa ini datang lagi … Maafkan saya yang tidak bisa memaafkan diri saya sendiri, luka ini saya yang menorehkan karena saya tidak mengerti mengapa saya sanggup melukai hati saya sendiri, luka ini jiwa saya, luka ini amarah saya, luka ini milik rindu saya, luka ini terus terkoyak-koyak, luka ini adalah cinta saya dan luka ini adalah nadi saya, sempurna.

Ya ALLAH, beri saya jalan untuk kembali… Engkau yang sedang menyaksikan kehadiran luka yang tidak mampu lagi hamba ucapkan, tidak mampu lagi hamba obati. Ya ALLAH terima ”puasa jiwa dan raga” saya hari ini, pengobat jiwa saya yang luka… iya, luka ini adalah jiwa saya yang tidak mampu saya maafkan.

Hamba meng-NOL kan jiwa hamba ya Rabb… Maafkan saya, agar saya mampu melangkah.

by:@rindu_ade

 

Hati allah mutiara

Untuk sekeping hati
Judul diatas saya ambil dari goresan sahabat saya.

Sabtu pagi ini saya duduk disudut masjid kubah emas di ujung Jakarta, sudah lama saya ingin mengunjungi masjid ini dan baru kali ini saya akhirnya mampu duduk disudut rumah ALLAH yang agung ini.. bukan masjidnya yang saya kagumi, tapi kekaguman saya kepada ALLAH yang telah mengizinkan saya berada disudut ini… bermukena, menggengam tasbih, dan berurai air mata [dasar cengeng…] dan inilah do’a saya dari sudut ini:

ALLAH, anta tarani, bahagianya hamba dalam perhatianMu, sekian lama nikmat-nikmatMu hamba gunakan untuk sesuatu yang kurang bermanfaat, bahkan mungkin hamba telah menyakiti, menzhalimi, mendustai, terlalu banyak dosa hamba namun Engkau beri hamba kesempatan untuk bertobat dan berterima kasih ya ALLAH, kau perhatikan hamba dengan arrahmanurrahimMu hingga aib-aib hamba Engkau tutupi, apa jadinya hamba jika aib-aib hamba engkau buka, kemana hamba hendak melangkah membawa malu ini…

ALLAH, anta tasmauni, Engkau mendengar do’a hamba… anta tandaru illaya, Engkau mengetahui benar keadaan hamba, kekurangan hamba, kelemahan hamba, hamba ingin menjadi hambaMu yang shalihah, yang ingin selamat, yang sanggup mengendalikan amarah, sakit hati, dendam, iri… bimbinglah hamba wahai Illahi ya maulana, selamatkan hamba, dekatkan hamba kepadaMu, masukan hamba kedalam telaga ampunanMu, dan jangan tinggalkan hamba.

Ya ALLAH, disisa umur hamba yang sesaat ini, berilah hamba cinta dan kasih sayangMu… berikan hamba kekuatan jiwa dan raga hamba yang lemah ini, dan sampaikan maaf hamba kepada orang-orang yang dengan kesombongan hamba dimasa lalu telah tersakiti, muliakanlah mereka ya ALLAH karena mereka telah mengajarkan kepada hamba arti meminta maaf…

Dan inilah do’a terakhir hamba ya ALLAH ….. [saya tak sanggup menuliskannya disini, biarlah menjadi rahasia saya dan ALLAH saja].

Untuk sekeping hati yang pernah saya lukai, disudut ini saya menangis untuk luka-luka yang telah saya hadirkan dan kamu hadirkan untuk saya… kita tak sempurna.

by: @rindu_ade

Jomblo 1

Jomblo itu pedih, Jendral !!
Hahahahahah… kalimat tersebut saya dapat dari teman-teman kampus saya yang rata-rata masih jomblo alias tidak punya kekasih [saat ini], mereka memang pandai mentertawakan kesendirian mereka, bukan tidak laku atau kurang ganteng atau kurang cantik tapi padatnya jadwal kuliah membuat mereka sulit mencari pacar [ini dugaan saya loh].

Malam ini malam sabtu, kuliah hanya sampai jam 7.30, masih banyak waktu karena rata-rata kami meninggalkan kampus sekitar jam 21.30 dan malam ini kami kumpul menghabiskan waktu di menteng, deretan jajanan malam yang cukup padat disetiap Jum’at malam dan kami mengambil tempat di pojok yang agak sunyi agar kami bisa berteriak lebih lantang, agar tawa kami lebih menggema… delapan kepala telah berada ditempat ini untuk saling bercerita tentang malam, tentang dosen kami yang bergaya “NAIF” super kocak, tentang nilai ’mereka’ bukan kami [karena saya tidak termasuk, hahaha, sorry bro] yang tidak semuanya bagus [kecuali nilai saya, *narsis banget mode on* 🙂 ] dan tentang pacar-pacar mereka yang meninggalkan mereka karena waktu mereka tidak cukup untuk selau bersama, ah jadi teringat, tapi sudahlah… 7 teman kuliah saya [Firman, Aldo, Adi, Zulhaq, Agung] dan 2 teman perempuan saya [Metta dan Nope] dan saya sendiri memang sudah seperti keluarga, tangis kita bahkan tangis bersama, tawa kita bahkan gelak kita bersama dan tiada senja kami lewati tanpa canda.

Topik malam ini adalah masalah jomblo, menjadi jomblo, terpaksa menjomblo, topik ini karena ada yang Metta yang curhat bahwa dia baru saja memutuskan pacarnya yang “ssstttgggghhhhhccccddd….” saya tidak berani menuliskan disini alasan putusnya karena takut privasi, dan mereka mengatakan bahwa “Jomblo itu pedih, jendral” dengan gaya revolusi itu loh, dan kami semua terbahak bersama.

Mari belajar menertawakan nasib, setelah kita tidak bisa menemukan jawaban atas kehendakNya …. [sekali lagi bukan saya loh 🙂 ]

by: @rindu_ade

 

Salam magrib

 

Adzan Magrib
Adzan magrib adalah adzan yang paling sering saya dengar diantara adzan adzan yang lain… dan shalat magrib adalah shalat yang paling sering saya lakukan secara berjama’ah diantara shalat-shalat saya yang lain, karena saya memang selalu mengusahkan berada di masjid jika waktu magrib tiba…

Istimewa untuk saya karena waktu magrib adalah waktu pergantian siang dan malam, rasanya seperti pertukaran shift kehidupan bahwa sudah selesai berlari untuk mencari rejeki dan kini saatnya untuk memberikan waktu lebih kepada pemilik napas kita… Istimewa untuk saya karena waktu magrib adalah waktu shalat yang singkat, yang tidak bisa saya tunda karena waktu saya untuk menemui kekasih saya [ALLAH] juga sempit, maka saya harus mensegerakan shalat… istimewa untuk saya karena saya melakukakannya kebanyakan di kampus, ditengah riuh pikuk kehidupan kampus yang hanya sedikit sekali teman-teman saya mau meluangkan waktu untuk shalat… istimewa untuk saya karena saya mencintai lembayung, mencintai pelangi walaupun warnanya menjadi abu-abu untuk saya, istimewa menatap senja dengan berada diatas sajadah, meletakan kepala saya yang keras kehadapan Illahi, membungkukan badan saya yang lelah seharian dan ALLAH menatap saya seiring berlalunya matahari. Indahnya Magrib

Dan istimewa karena saya menjadikan shalat magrib saya sebagai Qurratul Ain [Penyejuk Mata] … saya suka shalat, karena hanya ini yang saya bisa lakukan, iya HANYA ini, dan karena shalat adalah hisab pertama jika saya berpulang nanti.

by:@rindu_ade

Iklan

Komentar ditutup.