Ketika Cantik Ada di Dalam Rumah by:KURNIAWAN GUNADI

Istri solehah dan suami soleh

 

Ketika Cantik Ada di Dalam Rumah

Pada suatu pagi yang berwarna, di sebuah keluarga muda yang harmonis. Seorang perempuan muda sedang sibuk berias diri sementara laki-lakinya pergi shalat subuh di Langgar sudut kompleks.

Sepulang sang laki-laki kaget melihat istrinya berdandan cantik sekali.

L : Masya Allah, Mama cantik sekali hari ini, masih jam setengah 5 pula, mau kemana Ma?

P : (sambil salim cium tangan) Kan buat nyambut Papa pulang dari Langgar

L : (cengar-cengir)

P : kenapa Pa?

L : Hahaha enggak, Mama mau minum apa? Teh Anget? Susu? Es buah? Es kopyor? Kelapa Muda? atau apa? sini Papa buatin? (sambil ke dapur)

P : hmmmmm teh anget aja deh Pak, Tehnya yang teh hijau ya Pa, tehnya 3 sendok, gulanya satu aja.

L : Siap Ma.

Sang perempuan duduk manis di sofa sambil baca-baca majalah terkini.

L : Silakan Teh angetnya Ma.

P : Papa mau makan apa pagi ini? Mama belum belanja ni kemarin soalnya uang belanjanya abis Pa buat beli sepatu.

L : Wah gak apa-apa Ma, nanti Papa kasih uang belanja lagi. Pagi ini kita makan di restoran aja yuk Ma.

P : Wah tumbenan Pa

L : Sekali-kali kan buat istri cantik (cengar-cengir), Mama mau Papa pijitin gak?

P : Wah boleh Pak, leher Mama pegel-pegel ni?

Laki-lakinya sigap segera memijit.

L : Mama tiap hari kalau cantik gini di rumah bikin Papa betah di rumah ni Ma.

P : Yee nanti kalau dirumah terus, Papa gak berangkat kerja dong?

L + P : Hahaha (masih jam setengah 5 subuh, dan sebuah keluarga muda sibuk bercanda)

—————————————————————————————————

Dari Hadist Abdullah Bin Salam, Rasul bersabda :

”Sebaik-baik istri ialah istri yang menyenangkan kamu bila engkau memandang (nya), dan taat kepadamu bila engkau menyuruh (nya), serta menjaga dirinya dan harta bendamu di waktu engkau tidak berada bersamanya.”

”Barangsiapa diberi istri yang shalihah, sesungguhnya ia telah diberi pertolongan (untuk) meraih separuh agamanya. Kemudian hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara separuh lainnya.” (HR Thabrani dan Hakim)

by:KURNIAWAN GUNADI

Komentar ditutup.