Menginginkan Tuhan by:KURNIAWAN GUNADI

 

Allah maha adil

 

Menginginkan Tuhan

Aku mengenal Tuhan dari Ibuku, Ibu mengenalkan-Nya sebagai sesuatu yang menciptakan kami dan memberikan kami makan. Aku tidak banyak tanya waktu itu. Dan ayah, ayah mengenalkan-Nya sebagai huruf-huruf yang tercetak pada kitab-kitab yang katanya aku harus baca setiap hari. Aku tidak banyak bertanya waktu itu.

Hingga saat ini, aku tidak menemukan Tuhan pada keduanya. Bahkan dalam ibadahku sendiri. Kini aku mencari-Nya sendiri. Aku mencari-Nya dengan sembunyi-sembunyi, karena dia luar sana, orang-orang akan menganggapku tidak ber-Tuhan. Aku hendak mencari Tuhan dan justru disalahkan karena aku dianggap meragukan agama yang diwariskan orang tuaku. Sekedar warisankah?

Aku sedih, sebab orang-orang yang katanya sudah dekat dan mengenal Tuhan justru melarangku mencari Tuhan sendiri. Aku berbantah mengapa aku harus menerima apa yang telah mereka temukan, sementara aku tidak boleh mencari-Nya sendiri. Mereka yang sudah menemukan Tuhan dalam ibadahnya, dalam shalat dan doanya bisa menitikan air mata, bisa merasakan kehadiran-Nya. Aku ingin seperti mereka dan aku ingin mencarinya.

Pada akhirnya aku menangis, karena kata Ibu-ku; Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Aku yang selama ini lebih mendengar kata-kata ibuku daripada kata-kata Tuhan dalam wahyu-Nya. Kata ibuku, Dia akan membimbing orang-orang yang akan berjalan mencarinya, Dia akan berlari mendekat.

Aku benci orang-orang yang sok dekat dengan Tuhan, sebab itu aku berjalan entah kemana. Bertemu banyak orang, berdiskusi tentang Tuhan dimata pengamen jalanan, kata mereka Tuhan itu tidak ada. Berdiskusi dengan Supir Angkot, kata mereka Tuhan itu penumpang yang banyak dan bayar uang. Kata perokok keras, Tuhan itu sebungkus rokok. Kata waria di perempatan jalan, Tuhan itu para pelanggan. Mengapa Tuhan mereka berbeda semua?

Aku kembali ke Ibuku sambil dengan raut muka murung. Aku mengatakan kepadanya tentang apa yang aku cari dan apa yang aku dapati. Ibu berkata bijaksana, “Tuhan seperti apa yang kamu inginkan sebenarnya?”

Aku menangis di pangkuan ibu, aku ternyata ingin Tuhan sesuai dengan apa yang ada dalam pikiranku, selama ini aku telah menuhankan pikiranku sendiri.

Temanggung, 13 Oktober 2013

by:KURNIAWAN GUNADI

Komentar ditutup.