Alasan By :kurniawangunadi

 

AlasanMencintai karena allah

ALASAN .

Kadang mencintai tidak butuh alasan muluk-muluk yang melangit. Alasan yang amat sederhana dan tidak mampu dipahami dengan cara kita, bisa jadi menjadi sebab orang lain mencintai yang lain.

Seperti pada suatu hari aku bertanya pada temanku. Apa yang membuatmu mencintainya?

“Aku menyukai cara dia berpakaian dan itu membuatku tertarik padanya pertama-tama”

Aku tidak paham bagaimana cara seseorang berpakaian bisa membuat orang lain kemudian merasakan sesuatu dalam hatinya. Tapi temanku ini meneruskan.

“Pada awalnya alasan kecil seperti itu bisa jadi memantik perasaan yang lebih besar, dan pada akhirnya menimbulkan cinta yang selama ini kita kesusahan mencarinya”

Dia diam sejenak.

“Aku tidak mencintainya karena Allah pada awalnya, hanya sebab tadi, caranya berpakaian. Tapi melalui itu dan proses yang panjang, aku sampai pada satu titik bahwa sesungguhnya proses mencintai seseorang karena Allah itu bukan berada pada permulaan. Ada banyak sebab yang mengantarkan kita kesana”

Aku mengangguk-angguk. Sebuah pencerahan di sore hari tentang sebab-sebab cinta pada lawan jenis.

“Kamu, bagaimana?”

“Aku?”

“Iya, apa sebab mula yang membuatmu kemudian mencintainya hingga bertahan sampai hari ini?”, tanyanya balik.

“Karena, aku tidak tahu, karena apa, perasaan itu muncul begitu saja saat aku pertama kali bertemu”

“Ya, itu dialami oleh banyak orang. Kadang kita tidak butuh alasan untuk memutuskan mencintai seseorang. Dan ketiadaan alasan itu pun sebenarnya beralasan”

Aku tidak paham. Dia melanjutkan.

“Kita dan hati kita diberikan batas pemisah oleh Tuhan, dan Tuhan yang berkuasa penuh membolak-balikkan perasaan itu dalam sekejap. Cinta atau benci itu perbedaannya tipis, cukup Kun Faya Kun, maka kamu bisa mencintai seseorang, dan percayalah. Tuhan selalu memiliki alasan yang tepat mengapa melakukannya pada hatimu”

“Apakah alasan sepele seperti cara berpakaian dan sejenisnya tadi menggugurkan alasan-alasan lain seperti kesalehannnya ataupun agamanya. Tentu saja tidak, justru seringkali kita dipertemukan pada seseorang yang baik melalui cara-cara yang tidak kita pikirkan. Dan alasan sesederhana itu ternyata mampu mengantarkan kita pada tujuan akhir”

Aku berpikir keras, apa maksudnya.

Bandung, 4 Juli 2013

By :kurniawangunadi

Komentar ditutup.