Tanpa Pertemuan by: kurniawangunadi

Allah Room biru

 

Tanpa Pertemuan

Aku tidak perlu bertemu denganmu untuk sekedar tahu siapa namamu, dimana rumah tinggalmu, dimana sekolahmu, siapa temanmu, apa kesukaanmu, buku apa yang sedang kamu baca.

Aku tidak perlu bertemu hanya untuk memastikan kamu sendiri saja. Atau kamu sedang menunggu siapa. Melalui apa yang kamu tuliskan dalam setiap kata, aku mengetahui bagiamana perasaanmu, apa yang sedang terjadi disana, dihati.

Apa yang sedang kamu pikirkan, apa yang sedang dirasakan. Aku merasakannya melalui perantara kata. Ingin rasanya datang memperkenalkan diri untuk sekedar memberi tahu mu bahwa ada aku yang memperhatikanmu. Setidaknya kamu menyadari keberadaanku.

Mungkin saja dengan itu kamu akan tahu jika aku sering menuliskan kembali apa yang kamu katakan, aku sering menanggapi apa yang kamu sampaikan hingga kamu merasa menemukan teman bicara yang menyenangkan sepertiku #pede.

Atau sesekali ingin rasanya aku bertanya kepadamu akan sesuatu yang aku rasa kamu pantas untuk menjawabnya, tentang masalah-masalah yang aku awam dengannya. Tentang sesuatu yang selama ini aku merasa ragu, atau hanya sekedar meminta pertimbangan jawaban ya dan tidak.

Kita tidak dekat, kenalpun tidak (kamu yang tidak mengenalku sih sebenarnya), bertemu pun belum. Setidaknya aku sering mengunjungi halaman rumahmu untuk melihat apa yang sedang kamu pikirkan seharian ini, apa yang sedang menggelayuti pikiranmu, apa yang sedang membuatmu senang atau sedih.

Tapi ya aku hanya berdiri di luar pagar halaman, meski tombol merah bertuliskan “ask” memanggil-manggil ingin dipijit, aku tidak tahu jika pagar dibuka. Aku akan berkata apa?

Rumah, 12 Agustus 2013

by: kurniawangunadi

Iklan

Komentar ditutup.