Ayah dan Nasihat di Waktu Petang by:kurniawangunadi.

 

Love 2

 

Ayah dan Nasihat di Waktu Petang

Seorang laki-laki itu meskipun terlihat tegar dan kuat, hatinya mudah kesepian dan rapuh sewaktu-waktu.

Semoga kamu tidak lupa hal itu.

Ketika seorang pemuda bergesa pergi ke kampus untuk sekedar duduk di bawah pohon pagi hari di depan fakultasmu, menunggumu keluar dari pintu. Lalu pada hari yang dia tunggu, kamu tak kunjung datang.

Pemuda itu jalan sempoyongan seolah kehilangan harapan, begitulah perasaan.

Anakku.

Kelak engkau akan menggenapi jiwa seseorang dan jiwapun akan digenapi. Kau tahu, kepergian ibumu membawa serta jiwa ayah, hidup ayah setelahnya seolah kehilangan daya. Sebab keberadaanmu lah yang membuat ayah lebih baik, kamu mirip sekali dengan ibumu. Ada jiwanya yang mengalir padamu.

Tapi lihatlah. Ayah akan kehilangan jiwa itu untuk kedua kalinya dan ayah sama sekali tidak bisa menahannya. Laki-laki lebih sering kehilangan, anakku. Ayah kehilangan banyak cinta di hidup ayah, nenekmu, ibumu, dan sebentar lagi kamu. Itu seperti mencabut perlahan kebahagiaan kemudian menyisakan hidup yang kosong.

Ayah enggan melepaskanmu,tapi menahanmu tentu saja menyakiti perasaanmu. Kamu mencintainya bukan ?

Orang tua tentu harus ikhlas berkorban bukan, meski ayah begitu mencintaimu. Harus ada laki-laki yang lebih mencintaimu ketika ayah meninggalkanmu.

Jangan meninggalkan laki-laki mu untuk waktu yang lama, ia tidak akan terbiasa tanpa kehadiranmu lebih dari satu jam. Ia bisa rapuh sewaktu-waktu.

“Puterimu mematuhi seluruh nasihat ayah”, ucap puterinya.

by:kurniawangunadi.

Komentar ditutup.