BILA PERASAAN TUA ITU TIBA

 

Ibu mengaji pakai kaca pembesar

 

Yusuf Mansur Network
( HIKMAH ) BILA PERASAAN TUA ITU TIBA

Sebuah perasaan tentang menjadi tua, atau bahkan hanya sedikit kelihatan tua. Atau apasajalah yang akan sirna, jaman materialisme kapitalis, begitu marak terjangkit sindrom hilang popularitas ataupun ketakutan atas hilangnya kasih sayang dari orang yang mencintai, menjadikan “tua” sebagai momok yang sangat ingin dihindari.

Begitulah wajarnya sebuah hukum alam yang tetap akan berjalan terus. Betapapun cantiknya mereka, tak akan ada yang dapat mengalahkan sebuah waktu.

Dan saat mereka menyadari nanti, ternyata kecantikan hanyalah jebakan dimana mereka akan menghabiskan separuh lebih hidup mereka, untuk bertahan dalam pemenuhan keinginan orang lain atas diri mereka.

Apakah mereka bahagia? mungkin.
Waktu berjalan terus berjalan hanya dilalui menghabiskan detik demi detik jatah mudanya hingga menjadi tiba jatah hari tua.

Iya kalau masih mendapat jatah umur sampai “Tua”.

Masa muda tidak lama, atau apa saja kesia-siaan pengisian waktu dengan semua yang palsu, adalah semu tidak akan bertahan lama.

Dan seterusnya, mereka akan seperti membuat “dinding penjara” yang sangat menyesakkan bagi diri mereka sendiri. Dikala hari tua itu tiba.

Maka dari sekarang jujurlah dan bahagiakan diri sendiri dengan menjadi apa adanya.

Cobalah sesekali untuk membebaskan diri dari riasan tebal dan “polesan topeng” yang berlebihan yang ternyata menjadikan anda bukan seperti diri anda. Skup ini luas termasuk pria-pria bertopeng.

Bebaskan hati kita dengan sebuah cinta yang besar terhadap diri untuk selalu ingin mempersiapkan iman dan amal agar selamat mempertanggung jawabkan amanah umur ini dihadapan yang memberinya, yaitu Allah SWT.

Jangan lah bersedih. Saat anda melihat diri sendiri di cermin dan ternyata anda telah terlihat menua, ini khusus bagi wanita. Memang tidaklah lagi anda memiliki kemulusan kulit ari yang dulu ada.

Namun kecantikan pada usia tua, justru semakin menjadikan anda matang dan yakin tentang apa yang anda mau. Kecantikan yang melekat pada diri itu adalah tentang keshalihan kematangan Ilmu, mengenai Tauhid, kesabaran dan Tawakkal. Apalagi menyantuni yang muda-muda dengan bekal ilmu Agama anda, tentu menjadi investasi masa depan mereka yang berharga. Hal inilah yang akan menjadi kado istimewa. Dan inilah pula yang tersisa, bahkan setelah nanti anda tiada.

Janganlah menjadi tua-tua keladi, dikala usia tua tetapi tidak menyadari jiwanya tidak siap menerima fakta ketuaan dirinya. Tua yang dipoles, disembunyikan, akhirnya jiwanya semakin menderita gersang tidak terarah, lupa daratan.

Kebiasaan ibadah, mengkaji Kitabullah dan Sunnah, menyukai hal-hal positif dijalan Allah akan membawa sebuah kebiasaan dihari tua, amal-amal shalehnya menyehatkan jasad dan jiwanya sedari sekarang, membantu ibadahnya dihari tua. Insya Allah.

Semoga Allah memuliakan kita dihari tua, dan membukakan hati kita agar dimampukan dalam memuliakan orang-orang tua kita saat ini, Aamiin.

Komentar ditutup.