“Cara Nabi Mengawali Hari” by @kisah4khalifah

Muhammad biru

 

“Cara Nabi Mengawali Hari”

Tiada guru dan teladan yang terbaik selain Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi Wasallam

Assalamu’alaikum.. aku akan share “Cara Nabi Mengawali Hari” hmm.. seperti apa ya? Sepertinya menarik, yuk simak…

Hari-hari penuh keberkahan yang dilalui Rasulullah sepanjang hidupnya menjadi pelajaran mahal bagi kita.

Kali ini, kita akan mengetahui bagaimana beliau mengawali hari-harinya. Seperti apa beliau membuka siang harinya.

Menarik sekali memperhatikan pembukaan hari. Karena pembukaan bisa menentukan aktifitas sepanjang harinya. Lihatlah umpamanya hadits berikut

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata,

“Tidaklah tiba pagi hari bagi para hamba kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satu di antara mereka berdua berkata:

Ya Allah berikanlah ganti bagi orang yang berinfak. Yang lain berkata: Ya Allah berikanlah kehancuran bagi orang yang pelit.” (HR. Bukhari & Muslim)

Dengan hadits itu, kita pahami bahwa membuka hari tidak boleh dengan kesalahan. Bukankah jika ada seseorang yang salah membuka harinya,

ia akan hidup sepanjang hari dalam kutukan doa malaikat. Dan sebaliknya, bagi yang benar memulainya maka ia akan mendapatkan cahaya doa malaikat

Jadi, mengawali hari sangatlah penting untuk keberlangsungan hari-hari yang baik dan penuh berkah.

DR. Abdul Wahhab bin Nashir Ath Thurairy dalam bukunya al Yaum an Nabawi mencoba mengumpulkan dari berbagai riwayat dalam

kitab-kitab hadits mu’tabaroh (yang diakui para ulama) kemudian dirangkai menjadi satu kesatuan,

hingga jelas seperti apa hari2 yang dilalui Nabi pada siang & malam harinya. Berikut rangkaian aktifitas Nabi yg dilakukan untuk mengawali hari,

Kemudian Nabi shalat Sunnah Qobliyyah Shubuh 2 Rokaat. Shalat dengan cepat. Hingga ada yang berkata:

Apakah Nabi membaca Al Fatihah dalam shalatnya? Karena begitu cepatnya.

Di Rakaat pertama setelah Al Fatihah, beliau membaca Al Kafirun. Dan pada rakaat kedua membaca Al Ikhlas.

Terkadang di rakaat pertama membaca Al Baqarah: 136 dan di rakaat kedua membaca Ali Imron: 64.

Jika telah selesai shalat tersebut dan istrinya sudah bangun, beliau berbincang dengannya dengan perbincangan penuh kenyamanan & kebahagiaan

Tapi jika istrinya masih tidur, beliau tiduran miring ke kanan (untuk istirahat) sampai tiba waktu shalat Shubuh.

Jika Bilal radhiallahu anhu melihat para sahabat telah berkumpul di masjid, dia mendatangi Rasulullah dan berkata: “Shalat ya Rasulullah.”

Rasul pun keluar (dari rumahnya) menuju masjid. (ref: al Yaum an Nabawi hlm. 8-10)

Adzan Fajar (Shubuh) yang dikumandangkan, pertanda siang hari dimulai. Saat itulah Nabi melakukan dua amal mulia untuk siang harinya.

Bahkan matahari belum lagi menampakkan dirinya. Sinarnya belum lagi menyapa bumi dan penghuninya.

Nabi mengawali hablum minallah (hubungan dengan Allah), dengan melakukan shalat ringan dua rakaat (Qobliyyah Shubuh).

Shalat sunnah yang satu ini sangat istimewa di bandingkan shalat-shalat rawatib (pengiring shalat wajib) lainnya.

Sehingga ia merupakan shalat sunnah yang tidak ditinggalkan oleh Nabi saat semua shalat rawatib ditinggalkan ketika sedang dalam perjalanan

Dari Aisyah, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata, “Dua rakaat (sebelum) Shubuh lebih baik dari dunia dan seisinya.” (HR. Muslim)

Semulia itulah shalat ringan yang mengawali hari-hari Nabi dan orang-orang beriman.

Dan untuk mengawali hablum minannas (hubungan dengan sesama manusia), beliau mendatangi orang terdekat dan terkasih dalam hidupnya: istrinya

Beliau menyambut pagi dengan merekahkan senyum bagi istrinya. Kalimat lembut yang hadir dari hati menyapa penuh makna.

Pasti sangat indah dan merekah hari keluarga itu. Saat suami terkasih menebar bunga-bunga dari hati yang terpancar dari lisan.

Pasti hari yang penuh semangat. Saat sang pemimpin dan pendidik itu menyapa lembut untuk bekal sang istri melaksanakan tugas berat sepanjang siang ini.

Nabi menyejajarkan dua amal mulia itu. Shalat dua rakaat yang lebih mulia dari dunia dan seisinya

Dan seutama itulah setidaknya, amal yang beliau sejajarkan; berbincang ringan dengan istri di pagi hari.

Jadi inilah kebiasaan ringan dan mudah yang dicontohkan oleh Nabi untuk membuka dan mengawali hari-hari penuh keindahan dan semangat.

Bagi yang belum mempunyai istri/suami, bisa saja diganti dengan berbincang dengan orangtua

Semoga share “Cara Nabi Mengawali Hari” tadi bermanfaat untuk kita dan segera kita bisa mencontohnya

Tiada guru dan teladan yang terbaik selain Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi Wasallam

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad
Allahumma shalli wa sallim wa barik ‘alayh

by @kisah4khalifah

Komentar ditutup.